Skema ampli 10 watt (rangkaian amplifier IC TDA2030 dan TDA2003 20 watt)

Memiliki rangkaian mini ampli 8 watt sampai dengan 15 watt stereo rasanya sangat membanggakan, namun dengan skema ampli 10 watt memakai IC TDA2003 ini rasanya akan memberikan jawaban dari rasa ingin tahu kita bahwa sebuah amplifier yang menggunakan penguat IC dapat pula memberikan output power yang memuaskan.

Tidak hanya itu, ternyata rangkaian amplifier IC TDA2030 juga mempunyai kelebihan dari segi sederhananya rangkaian yang dimiliki, ini berkat adanya komponen utama IC TDA 2030 yang sangat membantu, sehingga lebih meminimalisir penggunaan komponen, tidak seperti ampli yang memakai transistor dimana komponen-komponen lain biasanya jumlahnya lebih banyak.

Rangkaian ampli 10 watt mono menggunakan IC TDA 2030

Ini adalah bentuk sederhana dari penggunaan IC power untuk keperluan audio amplifier, kita akan mendapatkan output yang bersih dan dapat diandalkan.

Sehingga tidak perlu repot-repot lagi membuat skema menggunakan transistor, maka untuk keperluan yang lebih simpel ini adalah solusinya.

Sebagai contoh, silakan simak skema amplifier 10 watt dibawah ini, yang menggunakan komponen tidak begitu banyak namun sudah menghasilkan output yang sangat bagus. Sehingga kita dapat meminimalisir tempat, sumber daya, dan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan komponen.

Pada skema diatas, power amplifier tersebut menggunakan komponen utama IC TDA2030, dimana sumber daya yang digunakan adalah power supply 15 volt.

Rangkaian amplifier 20 watt (10×10 watt stereo)

Pengembangan dari kemudahan menggunakan IC tipe TDA misalnya TDA2003 memberikan ide untuk membuat versi stereo dari rangkaian yang tadinya sangat sederhana. Jadi kita hanya perlu menambahkan satu kanal lagi sehingga tersedia 2 kanal kiri dan kanan, yang akan memberikan output total 20 watt.

Ini sangat mudah dilakukan, ketika kita sudah memiliki basic rangkaian ampli 10 watt mono dengan IC TDA 2030, TDA 2003, atau TDA 2004 kemudian dikembangkan sehingga memberikan rangkaian utuh yang memiliki fungsi stereo, sehingga memudahkan kita saat merakitnya menjadi perangkat yang lebih kompak, misalnya untuk membuat skema speaker aktif menggunakan IC power, maka ini dapat diwujudkan.

skema amplifier TDA2003 dari website circuitbasics.com

Untuk keperluan yang lebih banyak, pengembangan dari rangkaian ampli memakai IC TDA tersebut dapat dijumpai dalam berbagai rangkaian. Sebut saja pada rangkaian speaker aktif, tape mobil, serta pada rangkaian pesawat radio yang membutuhkan daya lebih besar.

Kita dapat mengembangkan pula rangkaian tersebut sehingga dapat memperoleh hasil yang maksimal sesuai keinginan, memang perlu sedikit kreasi, namun hasil yang didapat tidak akan merugikan kita karena selain mendapatkan tambahan pengetahuan maka kita juga dapat memilih sesuka hati tiap komponen yang digunakan, sehingga diharapkan mendapat hasil lebih maksimal.

Maka dari itu,tidak ada salahnya mencoba sendiri skema tersebut untuk kemudian diterapkan dalam praktek nyata, memang kita perlu melakukan persiapan secara menyeluruh mulai dari penggambaran pada layout PCB, sampai pada proses pencarian komponen yang harus dikumpulkan agar terbentuk rangkaian utuh.

Skema rangkaian subwoofer transistor 100 watt

Dalam tulisan ini kita akan membahas skema subwoofer transistor dengan daya 100 watt, memiliki rangkaian yang cukup sederhana karena menggunakan komponen utama transistor sehingga kita bisa dengan mudah membuatnya, masing-masing komponen juga mudah ditemukan di pasaran. Membuat sendiri subwoofer dengan daya tinggi akan memberikan hasil maksimal karena penguatan yang dihasilkan dapat memberikan suara jauh lebih bagus pada woofer kita daripada keluaran amplifier biasa sehingga sangat patut untuk dicoba.

Alasan lain, memisahkan output dari woofer dengan penambahan rangkaian subwoofer aktif 100 watt akan memberikan suara yang maksimal karena disini woofer yang dipasang akan lebih fokus menghasilkan nada bass daripada tercampur dengan penguatan biasa pada amplifier yang pada umumnya akan menghasilkan nada seimbang antara nada rendah sampai tinggi.

Pada umumnya skema subwoofer dengan IC sebagai komponen utamanya lebih mudah ditemukan karena sudah sangat banyak pilihan sekarang ini, namun rangkaian yang menggunakan transistor juga tidak kalah kalau soal suara yang dihasilkan. Apalagi untuk menghasilkan suara kencang dan bass empuk dengan  penguatan yang lebih baik bisa diatur dengan baik, transistor masih menjadi pilihan menarik untuk dibuat.

Skema dan daftar komponen

Berikut ini kita dapat menyimak komponen apa saja yang digunakan pada rangkaian subwoofer dengan watt tinggi berikut, untuk kegunaan rumahan atau dalam ruangan sudah sangat cukup mengingat daya yang dihasilkan adalah 100 watt per channel, sehingga kalau kita membuat ganda channel kiri dan kanan tentu akan menghasilkan nada bass cukup nendang untuk ukuran kegunaan sendiri.

Pada gambar diatas kita dapat melihat masing-masing nilai komponen yang digunakan, dimana komponen utama adalah 7 buah transistor yang akan menghasilkan penguatan dengan daya cukup tinggi. Kalau ingin membuat subwoofer stereo maka tinggal membuat satu sisi lagi sehingga akan menghasilkan rangkaian dengan konfigurasi lebih baik dari sebelumnya.

Yang perlu diperhatikan dari rangkaian diatas adalah saat menggambar pcb layout maka sebisa mungkin membuat jalur yang ringkas sehingga akan lebih efisien, juga mencegah timbulnya noise yang mengganggu.

Berikut ini poin-poin yang harus diperhatikan:

  1. Rangkaian ini dapat ditenagai dari catu daya ganda +35V / -35V, 5A.
  2. Menggunakan subwoofer 100W, 12 inci pada output.
  3. Semua kapasitor elco yang digunakan harus memiliki tegangan diatas 100V.
  4. Transistor Q4 ke Q7 harus dilengkapi dengan pendingin.

Apa yang patut diperhatikan

Penting untuk memperhatikan pasokan power supply yang digunakan pada rangkaian subwoofer dengan transistor diatas, yakni menggunakan tegangan  kerja 35 volt. Konfigurasinya adalah +35 volt, ground, -35 volt.

Sehingga power supply yang digunakan harus memiliki tegangan negatif 35 volt, ini tentu dapat dibuat terpisah dari amplifier yang digunakan pada speaker lainnya sehingga akan lebih efektif dan menghasilkan tegangan yang jernih dan kuat untuk mengangkat woofer yang dipasang.

Penting juga untuk memasang plat pendingin pada transistor dengan sirip yang cukup besar, seperti halnya pada power ampli OCL karena transistor akan menghasilkan panas yang harus tersalurkan sehingga lebih lama umur pemakaiannya.

Skema inverter DC to DC simetris memakai trafo CT

Membuat sendiri rangkaian inverter dc to dc simetris memberikan ide baru sehingga kita dapat membawa setiap hal baru dalam kehidupan ini menjadi lebih menarik dari sebelumnya. Apa yang patut dimengerti dari keadaan yang semestinya adalah skema inverter dc to dc ct menggunakan tegangan 12 volt dirubah menjadi 220 volt dc atau 30 volt dc.

Memang sedikit rumit kalau kita bicara masalah skema dc to dc konverter karena converter menaikkan tegangan dc ini sedikit rumit kalau menilik rangkaian yang harus dipahami. Apalagi kalau kita belum memahami dengan seksama bagaimana cara kerja inverter dc to ac sehingga agak bingung dalam meresapi setiap makna yang ada.

Rangkaian converter dc to dc non CT

Dibawah ini adalah contoh skema inverter dc to dc non ct atau yang sering disebut sebagai pengubah tegangan dc ke dc yang berfungsi menaikkan tegangan dc menjadi lebih tinggi sehingga dapat digunakan untuk bermacam keperluan.

Ini adalah konverter DC / DC universal sederhana (sirkuit, yang mengubah tegangan DC ke tegangan DC lain). Tegangan input dapat sekitar 9 – 18 V dan tegangan output dapat dipilih sesuai kebutuhan dalam kisaran sekitar 3 – 50V. Tegangan output bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari input. Ini cocok untuk berbagai keperluan, seperti peralatan powering (laptop, amplifier, televisi portabel, peralatan USB 5V, peralatan 24V …) dari jaringan onboard aki mobil 12V atau sel surya, pengisian baterai dari sel surya, dan seterusnya.

Lebih jauh mengenai rangkaian ini memberikan gambaran pada kita tentang skema inverter dc ke dc sederhana sehingga dapat dibuat sendiri dirumah, kadangkala juga memberikan peluang untuk memilih tiap komponen yang dipakai seminimal mungkin sehingga menghemat biaya.

Tegangan dalam Volt, hambatan datang dalam Ohm. Perhatian – Jangan pernah menghidupkan daya tanpa R1! Rating tegangan C8 dan C9 pilih sesuai dengan tegangan keluaran. Kapasitas C1, C2, C6, C8 dan C9 dapat disesuaikan tergantung pada output inverter yang diinginkan. C1, C6 dan C8 harus tipe ESR rendah. T1 adalah MOSFET tipe N bertegangan rendah dengan resistansi serendah mungkin dalam kondisi tertutup. T1 dan D1 selama operasi melihat jumlah dari tegangan input dan output dan harus diberi peringkat setidaknya 1,25 kali tegangan maksimum yang dimaksudkan. Frekuensi kerja adalah sekitar 90-95 kHz. Inverter ini cocok untuk daya beberapa watt hingga puluhan watt. Parameter yang diperlukan harus disesuaikan dengan komponen daya (D1, T1, Tr1 dan elektrolit). Untuk daya yang lebih tinggi, letakkan T1 dan D1 di heatsink. R2 menentukan ambang batas saat ini. Jika ambang ini dipilih dengan tepat untuk komponen daya yang digunakan dan pendinginan, konverter DC / DC tahan terhadap kelebihan beban dan korsleting.

Rangkaian inverter dc to dc simetris

Yang disebut skema konverter dc ke dc simetris adalah yang menggunakan 3 jalur tegangan yakni positif,negatif, dan ground. Jadi dapat dikatakan bahwa rangkaian ini berfungsi menaikkan tegangan sekaligus mengubah rangkaian dari yang hanya positif dan negatif menjadi output simetric positif, negatif, dan ground.

Prinsip kerja konverter ini lebih mirip dengan tegangan kompensasi. Chip contoh DA1 membandingkan tegangan dengan input noninverting dengan resistor pembagi R1-R3 dengan tegangan yang masuk ke input pembalik dari perangkat output. Menurut sinyal keluaran yang dikoreksi, yang mengatur pembukaan / penguncian transistor keluaran. Tegangan maksimum hanya dibatasi oleh penguat operasional tegangan suplai. Output saat ini – mengatur transistor output. Hal ini memberikan dampak yang baik sehingga diharapkan rangkaian tersebut dapat memberikan manfaat.

2 Skema rangkaian alat bantu dengar menambah peka pendengaran telinga

Alat bantu dengar adalah sebuah perangkat yang memberikan dukungan pendengaran khusus untuk orang yang memiliki masalah pendengaran, yang mana akan menambah kepekaan telinga dengan rangkaian alat bantu dengar khusus dengan komponen tertentu sehingga suara dari luar akan dikuatkan dan membuat telinga yang tadinya tidak jelas mendengar sesuatu akan lebih jelas dan dapat didengarkan oleh pasien.

Belakangan ini skema alat bantu dengar buatan sendiri makin mudah ditemukan disamping banyaknya produk yang menawarkan perangkat serupa, kalau dilihat dari segi kualitas dan kepraktisan tentu saja membeli alat menambah peka pendengaran telinga adalah langkah paling tepat karena sudah siap pakai.

Namun bagi yang suka berkreasi mungkin membuat alat bantu dengar sendiri dari komponen-komponen yang ditemukan disekitar kita akan memberikan tantangan baru sehingga kita dapat merakit sendiri rangkaian penambah kepekaan pendengaran tersebut.

Fungsi

Alat bantu dengar akan menolong bagi mereka yang memiliki masalah pendengaran, memperjelas suara dari luar sehingga kita lebih mudah menerima panggilan dan dapat berkomunikasi dengan orang lebih mudah.

Lebih jauh mengenai alat bantu dengar

Alat bantu pendengaran ini memiliki banyak susunan komponen didalamnya, yang akan bekerja maksimal bagi orang yang memiliki keterbatasan pendengaran atau gangguan telinga. Ini memang dikhususkan bagi mereka yang memerlukan pertolongan dari segi pendengaran karena kurang jelas atau kurang akurat.

Pada umumnya alat bantu dengar menggunakan komponen utama sebuah IC yang didukung oleh beberapa transistor dengan resistor dan menggunakan sumber daya baterai sebagai power supply.

Namun ada pula jenis alat bantu dengar buatan sendiri yang terdiri dari beberapa komponen dengan susunan lebih sederhana sehingga mudah dipahami dan dibuat sendiri.

Lebih jauh mengenai hal ini akan kita sampaikan pada 2 macam rangkaian alat bantu dengar dibawah ini, dengan beberapa komponen yang tidak sama. Harapannya dapat memberikan pemahaman tentang alat bantu dengar yang akan digunakan pada beberapa keperluan khususnya membantu mereka yang memerlukan pertolongan terkait masalah telinga.

Rangkaian alat bantu dengar sederhana

Berikut ini adalah contoh rangkaian alat bantu dengar dalam bentuk diagram, yang menggunakan komponen-komponen umum dan mudah dijumpai disekitar kita. Memberikan kemudahan dari segi pembuatan alat tersebut, dan biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak.

Pada gambar diatas kita dapat melihat beberapa komponen yang digunakan sebagai bagian utama dari alat bantu dengar tersebut, dan beberapa komponen pendukung yang mudah dijumpai.

Menggunakan mic sebagai penangkap sinyal suara kemudian dikuatkan dalam rangkaian semacam mini amplifier, yang selanjutnya akan dirubah menjadi sinyal suara melalui speaker atau earphones.

Alat ini cukup mudah dipahami dan tidak mustahil kita dapat membuatnya sendiri sehingga lebih hemat biaya serta tidak memerlukan pemahaman secara mendalam karena kesederhanaan rangkaian tersebut.

Skema alat bantu pendengaran telinga yang lain

Selain rangkaian alat bantu telinga diatas dapat pula dijumpai skema alat bantu dengar yang lain yang menggunakan komponen lain yang lebih kompleks, namun menghasilkan suara yang maksimal tentunya.

Skema diatas menggunakan komponen-komponen yang lebih baik dari rangkaian sebelumnya, namun tidak menghilangkan ciri khusus dari sisi kepraktisannya sehingga kita dapat membuatnya sendiri dirumah.

Memahami satu persatu komponen yang digunakan mungkin tidak mudah, namun kalau kita sudah mahir maka tidak menutup kemungkinan untuk membuat sendiri alat bantu pendengaran telinga tuli sehingga lebih hemat biaya dan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Rangkaian amplifier toa masjid 100, 200, 300, 1000 watt

Membuat sendiri skema rangkaian amplifier toa untuk masjid dengan alat dan bahan yang sudah dipersiapkan sebelumnya memberikan kepuasan tersendiri, apalagi kalau power toa 300 watt atau 1000 watt tersebut memberikan kualitas suara yang mumpuni, tentu akan ada rasa bangga dapat membuat sebuah skema ampli toa masjid yang memiliki daya besar dan mewujudkan kedalam sebuah rangkaian siap pakai.

Skema power toa 200 watt stereo memberikan gambaran tersendiri mengenai rangkaian dengan output sangat layak digunakan untuk menguatkan speaker toa sehingga menghasilkan suara yang maksimal.

Pemilihan amplifier yang cocok untuk toa

Memang tidak mudah menentukan seperti apa power amplifier yang hendak digunakan dalam speaker toa karena ini menyangkut kualitas suara yang dihasilkan, dan bagaimana memaksimalkan power yang ada sehingga bisa menghasilkan performa mumpuni dengan power supply yang paling sesuai. Ini memerlukan kecermatan dalam memili jenis amplifier yang sesuai.

Salah satu rangkaian power toa yang bagus telah kami pilih diantaranya adalah seperti dalam gambar skema dibawah ini, dimana kita dapat memahami masing-masing komponen yang digunakan sehingga bisa menghasilkan output maksimal.

Silakan simak skema berikut beserta daftar komponen yang terlampir pada gambar langsung.

Untuk melihat gambar lebih besar beserta komponen-komponen yang digunakan silakan klik pada gambar yang ada, sehingga kita dapat menemukan tiap nilai komponen yang digunakan. Namun lebih jelas mengenai tiap komponen yang digunakan tentu kita dapat menilai sendiri apakah diperlukan komponen pengganti atau harus mencari masing-masing komponen yang sama tipe dan nilai besarannya.

Penjelasan

Untuk memperoleh penguatan maksimal dari skema rangkaian ampli toa diatas maka diperlukan sumber daya yang mumpuni, yakni power supply dengan ampere yang cukup untuk mencatu power ampli dengan watt lumayan tinggi 100 watt. Dimana kita memerlukan trafo 5 ampere untuk melakukan ini, dan kemudian komponen-komponen lain pada rangkaian amplifier itu sendiri juga perlu menggunakan komponen dengan kualitas tinggi, sehingga menghasilkan suara yang maksimal.

Demikian pula penggunaan loudspeaker, harus memenuhi kriteria sehingga apa yang diharapkan dari hasil maksimal di sektor audio dapat terpenuhi, sehingga kita benar-benar memperoleh hasil yang maksimal.

Ini harus ditunjang dengan sistem instalasi yang baik pula, menggunakan kabel audio yang sesuai standar, dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada misalnya penyempurnaan adanya dengung atau noise yang muncul sehingga diperoleh hasil maksimal dari apa yang sudah dicapai.

Jangan lupakan pula bagaimana kita merakit power ampli itu sendiri, karena untuk memenuhi keperluan amplifier tingkat tinggi misalnya untuk keperluan ampli toa masjid atau power besar lainnya maka diperlukan pula penyusunan tata letak yang baik sehingga noise yang muncul dapat diminimalkan.

Pilihan lain amplifier toa masjid 200 watt

Selain contoh rangkaian ampli toa diatas kita masih memiliki pilihan lain yang tidak kalah bagus kalau dirakit menjadi power jadi, karena skema ampli toa masjid 200 watt ini menggunakan komponen yang handal sehingga mampu menghasilkan suara maksimal kalau didukung dengan pembuatan yang baik.

Pada gambar diatas kita sudah dapat melihat skema dengan lebih baik disertai daftar komponen yang tertulis pada gambarnya, sehingga dapat dibuat dengan mengumpulkan komponen tersebut.

Tegangan kerja dari skema amplifier 200 waatt tersebut adalah 24 volt dengan menggunakan transformator 5 A, sehingga diperoleh daya maksimal untuk mengangkat power toa yang lumayan berat. Pada prakteknya kita memerlukan komponen kualitas tinggi dan ide kreatif untuk membuat rangkaian power amplifier yang benar-benar dapat diandalkan.