Memaknai Pepatah ‘Mikul Dhuwur Mendhem Jero’

Friday, June 29th, 2012 - Apasih
Pak Tua

ilustrasi: islamjawa.wordpress.com

Sudah lama juga sungkem tidak bercuap-cuap di blog ini, setelah beberapa blog wordpress sungkem kena libas google panda beberapa waktu yang lalu, memang sungkem lebih mengutamakan ngeblog di blogspot. Nah, update ringan kali ini akan sungkem isi dengan kata kata bijak bahasa Jawa yang sangat sungkem sukai yaitu tentang petuah Jawa atau pepatah bahasa Jawa yang mengandung arti sangat mendalam.

Sebenarnya kalau dibilang kata kata mutiara bahasa Jawa atau kata bijak bahasa Jawa mungkin tidaklah tepat, karena kalimat berikut ini hanya merupakan kalimat pendek yang kalau dilihat sekilas tidak semua orang dapat mengetahui maknanya.

Nah, kalimatnya adalah sebagai berikut:

“mikul dhuwur mendhem jero”

Kata-kata singkat diatas sepertinya hanya sebuah kalimat yang tidak penting, akan tetapi dikalangan masyarakat Jawa kalimat tersebut memiliki arti dan maksud yang sangat mendalam. Kalimat mikul dhuwur mendhem jero kalau dalam bahasa Indonesia berarti memikul tinggi-tinggi, memendam dalam-dalam.

Dalam falsafah Jawa kalimat tersebut mengandung arti bahwa kita harus senantiasa menjunjung tinggi jasa seorang pemimpin atau orang yang dituakan, sedangkan aib beliau harus ditutupi.

Dilihat dari satu sisi pepatah Jawa di atas memang sangat baik kita terapkan dalam kehidupan. Dimana jangan sampai jasa baik seorang pemimpin akan dilupakan hanya karena setitik aib yang pernah dilakukannya.

Namun sepertinya dijaman sekarang ini banyak terjadi penyalahgunaan makna mikul dhuwur mendhem jero dikalangan masyarakat Indonesia, dimana banyak kesalahan atau tindak kejahatan para pejabat atau pemimpin ditutup-tutupi dan tak jarang malah menjadikan masyarakat kecil sebagai kambing hitam.

Mungkin seiring perkembangan jaman, akan terjadi salah kaprah dalam pemaknaan kata kata bijak mikul dhuwur mendhem jero, sungkem sendiri juga tidak tahu.

Advertisement
Leave a Reply