<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sungkem &#187; Kebudayaan</title>
	<atom:link href="http://sungkem.com/category/kebudayaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sungkem.com</link>
	<description>fashion, lifestyle, personal</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 May 2013 10:12:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
		<item>
		<title>Tata Cara Sungkeman</title>
		<link>http://sungkem.com/cara-sungkeman-hari-raya-lebaran-atau-pernikahan/</link>
		<comments>http://sungkem.com/cara-sungkeman-hari-raya-lebaran-atau-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Aug 2012 08:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana sungkeman yang benar bahasa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[cara melakukan sungkem kepada orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[cara sungkeman perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[kata kata sungkeman idul fitri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sungkem.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Tradisi sungkeman merupakan adat lama yang dijaman sekarang ini semakin jarang dijumpai, cara sungkeman hari raya lebaran atau cara sungkem pernikahan sebenarnya tidak harus terpaku pada ayat tertentu. Misalnya di daerah Jawa, kata kata sungkem pernikahan yang di ucapkan mungkin saja berbeda dengan daerah-daerah lainnya. Seperti kita ketahui, sekarang ini semakin jarang kita jumpai tradisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-298" title="Cara Sungkeman" src="http://sungkem.com/wp-content/uploads/2012/08/cara-sungkem-150x150.jpg" alt="Cara Sungkeman" width="150" height="150" /> Tradisi sungkeman merupakan adat lama yang dijaman sekarang ini semakin jarang dijumpai, <strong>cara sungkeman hari raya lebaran</strong> atau <a title="Cara Sungkem Pernikahan" href="http://sungkem.com/cara-sungkeman-hari-raya-lebaran-atau-pernikahan/">cara sungkem pernikahan</a> sebenarnya tidak harus terpaku pada ayat tertentu.</p>
<p>Misalnya di daerah Jawa, kata kata sungkem pernikahan yang di ucapkan mungkin saja berbeda dengan daerah-daerah lainnya.</p>
<p>Seperti kita ketahui, sekarang ini semakin jarang kita jumpai tradisi sungkeman di saat hari raya, mungkin anak atau cucu yang liburan dan pulang ke kampung halaman terlalu asik menikmati cuti mereka, sehingga adat <a title="Sungkem" href="http://sungkem.com/">sungkem</a> kepada orang tua sering dilupakan.</p>
<p>Pada umumnya adat sungkeman dilakukan pada saat lebaran pertama, seorang cucu yang ingin sungkem kepada neneknya akan menghadap sang nenek dan duduk bersimpuh didepan nenek, sedangkan <span id="more-297"></span>cucu biasanya mengucapkan <strong>kata kata sungkeman</strong> kepada nenek, misalnya kalimat sungkeman dalam bahasa Jawa &#8220;<em>mbah, kulo matur dhumateng simbah meniko badhe ngaturaken sedoyo dosa kalepatan kulo, mugi-mugi simbah kerso paring pangapuro dhumateng kulo, mboten kesupen kulo nyuwun donga pangestu saking simbah</em>&#8220;.</p>
<p>Nah, itulah contoh kata kata sungkem di hari raya dari sang cucu kepada neneknya. Anda juga bisa merangkai perkataan sendiri, yang terpenting adalah niat kita tulus. Dan sembari berkata tersebut kita bersujud taklim kepada orang tua, serta mencium tangannya.</p>
<p>Jika anda berniat menghadap orang tua atau orang yang dituakan dan ingin menghaturkan sujud sungkem kepadanya, silahkan pandai-pandai menyusun kata-kata yang pantas. Atau untuk keperluan sungkeman pernikahan, cara yang dilakukan adalah hampir sama dan dapat anda sesuaikan sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sungkem.com/cara-sungkeman-hari-raya-lebaran-atau-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makna Tari Saman Aceh</title>
		<link>http://sungkem.com/makna-tari-saman-aceh/</link>
		<comments>http://sungkem.com/makna-tari-saman-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 02:33:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[dari mana asal tari saman]]></category>
		<category><![CDATA[jenis tari yang tidak menggunakan alat musik]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian tari saman]]></category>
		<category><![CDATA[tari saman dari aceh]]></category>
		<category><![CDATA[tari-tarian yang berasal dari daerah aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sungkem.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Tari Saman adalah seni budaya tari yang berasal dari daerah Aceh. Tari Saman merupakan tarian dari suku Gayo yang biasanya dipentaskan dalam rangka memperingati perayaan-perayaan adat penting. Lagu atau syair yang digunakan dalam tari Saman ini memakai bahasa Gayo dan bahasa Arab. Dalam pementasannya, tari Saman tidak mempergunakan alat musik, tapi suara yang mengiringi tari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sungkem.com/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-19" title="Tari Saman" src="http://sungkem.com/wp-content/uploads/2012/03/tari_saman-300x199.jpg" alt="Tari Saman" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Tari Saman adalah seni budaya tari yang berasal dari daerah Aceh. Tari Saman merupakan tarian dari suku Gayo yang biasanya dipentaskan dalam rangka memperingati perayaan-perayaan adat penting. Lagu atau syair yang digunakan dalam tari Saman ini memakai <em>bahasa Gayo</em> dan bahasa Arab.</p>
<p>Dalam pementasannya, tari Saman tidak mempergunakan alat musik, tapi suara yang mengiringi tari ini adalah nyanyian dari<br />
<span id="more-18"></span>suara penari langsung yang biasanya di iringi dengan menepuk paha dan dada sebagai penyeimbang antara gerakan tari dan lagu.</p>
<p><strong>Makna tari Saman</strong> dikalangan masyarakat Aceh adalah sebagai bentuk cermin sopan santun, keagamaan, pendidikan, serta lambang kebersamaan yang diwujudkan dalam kekompakan para penari. Tari Saman juga digunakan sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau pesan yang bersifat lisan.</p>
<p>Tari Saman adalah jenis tarian yang sangat unik karena tidak menggunakan alat musik dan juga memerlukan kekompakan diantara para penarinya. Bagaimana, apakah anda berminat milihat pertunjukan tari Saman ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sungkem.com/makna-tari-saman-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gatotkaca &#8211; Satria dari Pringgadani</title>
		<link>http://sungkem.com/gatotkaca-satria-dari-pringgadani/</link>
		<comments>http://sungkem.com/gatotkaca-satria-dari-pringgadani/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 02:26:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[asal usul ghatotkhaca]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[otot kawat balung wesi]]></category>
		<category><![CDATA[penjelasan lengkap tentang gatotkaca]]></category>
		<category><![CDATA[satria pringgondani]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah gatotkaca]]></category>
		<category><![CDATA[siapa satria pringgandani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sungkem.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Gatotkaca, pasti kita sudah mengenal tokoh pewayangan yang satu ini. Gatotkaca atau ejaan dalam bahasa bahasa Sanskerta: घटोत्कच; Ghattotkacha adalah tokoh dalam seni budaya wayang kulit yang berkembang di daerah Jawa dan Bali. Gatotkaca merupakan putra dari Werkudara atau Bimasena dan merupakan anggota keluarga Pandawa. Seperti kita ketahui, dalam cerita wayang kulit ada dua trah keluarga besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sungkem.com/"><img class="aligncenter size-full wp-image-15" title="Gatotkaca" src="http://sungkem.com/wp-content/uploads/2012/03/Gatotkaca.jpg" alt="Gatotkaca" width="220" height="293" /></a></p>
<p><strong>Gatotkaca</strong>, pasti kita sudah mengenal tokoh pewayangan yang satu ini. Gatotkaca atau ejaan dalam bahasa bahasa Sanskerta: घटोत्कच; <em>Ghattotkacha </em>adalah tokoh dalam seni budaya wayang kulit yang berkembang di daerah Jawa dan Bali.</p>
<p>Gatotkaca merupakan putra dari Werkudara atau Bimasena dan merupakan anggota keluarga Pandawa. Seperti kita ketahui, dalam cerita wayang kulit ada dua trah keluarga besar yaitu keluarga Pandawa dan keluarga Korawa. Mengenai penjelasan diantara keduanya, kita<br />
<span id="more-14"></span>bahas saja di lain kesempatan.</p>
<p>Dalam cerita pewayangan, Gathotkhaca dikisahkan mempunyai kesaktian yang luar biasa yaitu dapat terbang tanpa sayap serta dikenal dengan julukan <em>otot kawat tulang besi</em>. Ibu Gatotkaca adalah Arimbi, putri prabu Tremboko dari kerajaan Pringgadani.</p>
<p>Mengenai kematian Gatotkaca, ada beberapa versi yang menyebutkan tentang gugurnya satria Pringgadani ini. Menurut versi Jawa, Gatotkaca tewas dalam perang Baratayuda di tanah Kurukshetra saat berperang menghadapi Karna, yaitu pemilik senjata Kontawijaya.</p>
<p>Dalam peperangan tersebut Gatotkaca menciptakan seribu kembaran dirinya sehingga membingungkan Karna, namun berkat bantuan arwah ayahnya <strong>Batara Surya</strong>, Karna berhasil mengenali mana Gatotkaca yang asli. Dan akhirnya Gatotkaca tewas terkena senjata Kontawijaya milik Karna, dan mayatnya jatuh menimpa kereta Karna sehingga menyebabkan kereta tersebut hancur berkeping-keping.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sungkem.com/gatotkaca-satria-dari-pringgadani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tradisi Sungkeman</title>
		<link>http://sungkem.com/tradisi-sungkeman/</link>
		<comments>http://sungkem.com/tradisi-sungkeman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 02:17:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[apa makna sungkeman]]></category>
		<category><![CDATA[artikel tentang sungkem]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cara sungkeman]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian sungkeman]]></category>
		<category><![CDATA[sungkeman dalam acara pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sungkem.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu budaya Jawa yang patut kita ketahui adalah tradisi sungkeman. Tradisi sungkeman ini menjadi ciri khas bagi masyarakat Jawa, dimana acara sungkeman biasanya diadakan untuk melengkapi acara tertentu misalnya acara pernikahan. Arti sungkeman sendiri berasal dari kata sungkem yang bermakna bersimpuh atau duduk berjongkok sambil mencium tangan. Tradisi sungkeman ini dapat kita jumpai di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sungkem.com/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-12" title="Tradisi Sungkeman" src="http://sungkem.com/wp-content/uploads/2012/03/Tradisi-Sungkeman-300x240.jpg" alt="Tradisi Sungkeman" width="300" height="240" /></a></p>
<p>Salah satu budaya Jawa yang patut kita ketahui adalah tradisi sungkeman. Tradisi sungkeman ini menjadi ciri khas bagi masyarakat Jawa, dimana acara sungkeman biasanya diadakan untuk melengkapi acara tertentu misalnya acara pernikahan. Arti sungkeman sendiri berasal dari kata sungkem yang bermakna bersimpuh atau duduk berjongkok sambil mencium tangan.</p>
<p>Tradisi sungkeman ini dapat kita jumpai di masyarakat Jawa pada moment tertentu misalnya pada hari raya lebaran atau dalam<br />
<span id="more-11"></span>pesta pernikahan. <strong><em>Makna sungkeman</em></strong> merupakan wujud bakti anak kepada orang tua sekaligus sebagai tanda hormat anak kepada orang yang dianggap sebagai orang yang dituakan.</p>
<p>Dalam perkembangannya sekarang ini budaya sungkeman semakin jarang kita temukan, padahal filsafah sungkeman ini memiliki makna yang sangat bagus dan patut kita tanamkan pada generasi penerus agar mereka senantiasa mengingat betapa budaya Jawa senantiasa menjunjung tinggi bakti tulus kepada orang tua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sungkem.com/tradisi-sungkeman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
