Tata Cara Sungkeman

Wednesday, August 15th, 2012 - Kebudayaan

Cara Sungkeman Tradisi sungkeman merupakan adat lama yang dijaman sekarang ini semakin jarang dijumpai, cara sungkeman hari raya lebaran atau cara sungkem pernikahan sebenarnya tidak harus terpaku pada ayat tertentu.

Misalnya di daerah Jawa, kata kata sungkem pernikahan yang di ucapkan mungkin saja berbeda dengan daerah-daerah lainnya.

Seperti kita ketahui, sekarang ini semakin jarang kita jumpai tradisi sungkeman di saat hari raya, mungkin anak atau cucu yang liburan dan pulang ke kampung halaman terlalu asik menikmati cuti mereka, sehingga adat sungkem kepada orang tua sering dilupakan.

Pada umumnya adat sungkeman dilakukan pada saat lebaran pertama, seorang cucu yang ingin sungkem kepada neneknya akan menghadap sang nenek dan duduk bersimpuh didepan nenek, sedangkan cucu biasanya mengucapkan kata kata sungkeman kepada nenek, misalnya kalimat sungkeman dalam bahasa Jawa “mbah, kulo matur dhumateng simbah meniko badhe ngaturaken sedoyo dosa kalepatan kulo, mugi-mugi simbah kerso paring pangapuro dhumateng kulo, mboten kesupen kulo nyuwun donga pangestu saking simbah“.

Nah, itulah contoh kata kata sungkem di hari raya dari sang cucu kepada neneknya. Anda juga bisa merangkai perkataan sendiri, yang terpenting adalah niat kita tulus. Dan sembari berkata tersebut kita bersujud taklim kepada orang tua, serta mencium tangannya.

Jika anda berniat menghadap orang tua atau orang yang dituakan dan ingin menghaturkan sujud sungkem kepadanya, silahkan pandai-pandai menyusun kata-kata yang pantas. Atau untuk keperluan sungkeman pernikahan, cara yang dilakukan adalah hampir sama dan dapat anda sesuaikan sendiri.

Leave a Reply