Aku Ingin Jogja Menjadi Kota Wisata

Saturday, June 8th, 2013 - Personal

Sebagai kota kelahiran, aku merasa bangga menjadi warga Yogyakarta. Aku ingin Jogja lebih dari yang kita kenal sekarang ini. Aku masih ingat ketika dulu ada teman dari luar negeri bertanya tentang negara asalku, ketika kujawab Indonesia, dia malah balik tanya, “Indonesia itu yang dekat Bali itu ya?” Nah, aku sempat heran juga. Ternyata dia dulu pernah melancong ke Indonesia, yaitu berwisata ke Bali. Dan setelah ngobrol-ngobrol ternyata dia juga kenal beberapa tempat wisata di Indonesia, salah satunya kota Jogja.

Ternyata diluar sana banyak juga orang-orang yang lebih mengenal daerah wisata di Indonesia daripada nama Indonesia sendiri. Disini dapat kita lihat kalau tempat-tempat wisata memang meninggalkan kesan tersendiri bagi para wisatawan dari luar.

Coba kalau Jogja bisa seperti itu? Begitu kita sebut nama Jogja maka yang terlintas dibenak orang yang mendengarnya adalah daerah tujuan wisata yang memiliki panorama alam yang indah? Kurasa itu bukan hal mustahil, dan kalau aku ingin Jogja menjadi destinasi wisatawan baik luar negeri maupun domestik, rasanya tidak berlebihan.

Ada banyak sekali obyek wisata di Yogyakarta yang masih belum dikelola dengan maksimal, padahal obyek wisata tersebut memiliki potensi cukup besar untuk memikat hati para wisatawan. Kalau aku perhatikan, yang menjadi kendala untuk tempat wisata baru biasanya adalah masalah akses jalan masuk yang masih susah dijangkau, juga pengelolaan pemerintah daerah yang masih belum dikelola dengan baik.

Pantai Pok Tunggal

Pantai Pok Tunggal, Tepus, Gunungkidul. Jalan masuk yang masih terjal berbatu tak menyurutkan minat wisatawan untuk menikmati eksotisme pantai ini.

Apabila pemerintah dan masyarakat berperan aktif dalam memajukan obyek wisata yang ada, rasanya kota Jogja mampu menjadi kota wisata. Sehingga akan juga memberikan dampak positif yaitu menambah pendapatan daerah dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Banyak keuntungan yang didapat apabila obyek wisata yang tadinya masih belum dikelola kemudian menjadi ramai, salah satunya adalah ikut terangkatnya nama daerah tersebut. Kalau Jogja mampu menjadi seperti itu, bukan tidak mungkin akan semakin banyak investor luar yang tertarik, sehingga pengelolaan sektor wisata dapat membawa kebaikan lebih banyak untuk Yogyakarta.

Tentu kita merasa bangga apabila Jogja dikenal oleh masyarakat luar sebagai daerah wisata atau kota wisata, meskipun untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah, namun hal tersebut dapat dijadikan target jangka panjang yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

Jurug Gedhe

Wisata Alam Jurug Gedhe, Dusun Gembyong, Ngoro-Oro, Patuk. Akses jalan ke tempat ini masih sangat alami.

Sebagai blogger, memang aku mungkin tidak dapat terlibat banyak hal untuk memajukan Yogyakarta, khususnya dalam bidang wisata. Namun aku ingin Jogja sadar, kalau masih banyak PR yang harus dibenahi untuk memajukan wilayah Jogja. Dan hal itu akan dapat terlaksana apabila dukungan segenap warga Jogja dapat bersatu, sehingga mewujudkan masyarakat Jogja yang sadar akan lingkungan bersih, terpelajar, dan cinta akan daerah asalnya. Kalau kita dapat memajukan Jogja minimal dalam bidang wisata, tentu manfaat yang dirasakan bukan hanya untuk kita saja, anak cucu kita kelak pasti juga akan merasa bangga dengan Jogja. Nah sekarang tinggal bagaimana kita memajukan kota tercinta ini, Jogja bukan hanya dikenal dengan kota pelajar, namun lebih dari itu masih banyak yang dapat kita nikmati dari keanekaragaman wilayah Jogja.

Itulah sedikit harapanku untuk Yogyakarta. Memang bukan hal mudah untuk menjadikan Jogja sebagai kota wisata, namun dengan kepekaan kita terhadap potensi baru yang ada di Jogja tentu kita akan melihat kalau sektor wisata adalah yang memiliki porsi terbesar untuk dikelola. Semoga kelak Jogja menjadi ikon untuk daaerah tujuan wisata dan memiliki tempat tersendiri dihati para wisatawan, baik itu wisatawan dari luar negeri maupun wisatawan lokal.

Leave a Reply